Pasutri123.com

Solusi Masalah Kesehatan Suami-Istri

Bagaimana Posisi Tidur Ibu Hamil 1-9 Bulan dan saat Hubungan Badan?

Saat wanita hamil terkadang bingung dalam menentukan posisi tidur yang baik bagi kesehatannya serta janin di dalam perutnya. Selai  itu istri juga bingung bagaimana posisi berhubungan badan yang baik saat hamil. Nah di sini kami akan membantu Anda dalam menentukan posisi Tidur Ibu Hamil 1-9 Bulan dan saat Hubungan Badan.

Memang posisi tidur ibu hamil tidak boleh dianggap perkara sepele. Janin yang membesar bisa membuat posisi tidur ibu menjadi serba salah. Terlebih lagi, ibu hamil juga mengalami kesulitan untuk bergerak mengubah posisi tidur.

Posisi tidur yang salah pada ibu hamil bisa mengundang berbagai masalah kesehatan, seperti pembengkakan kaki, nyeri otot, mendengkur, penurunan tekanan darah, atau justru meningkatnya tekanan darah.

Berikut beberapa informasi seputar posisi tidur ibu hamil yang direkomendasikan.

Usahakan Jangan Tidur Telentang

Setelah memasuki usia kehamilan trimester kedua, terutama setelah bulan kelima, ibu hamil dianjurkan untuk tidak tidur dalam posisi telentang. Tekanan pada pembuluh darah utama dan vena cava inferior bisa meningkat bila ibu hamil tidur dalam posisi telentang. Tekanan ini bisa menghambat peredaran darah ke tubuh ibu, termasuk ke janin.

Vena cava inferior yang tertekan juga bisa memicu pembengkakan pada bagian tubuh atau edema. Vena cava inferior adalah pembuluh balik besar bawah yang terletak di belakang perut bagian bawah. Tugasnya adalah membawa darah kotor dari tubuh bagian bawah ke jantung.

Ibu Hamil Tidur Menyamping

Sebagian ahli menganjurkan ibu hamil untuk tidur dalam posisi menyamping ke kiri. Hal ini bertujuan memperlancar sirkulasi darah, baik yang menuju jantung maupun yang menuju ke rahim, janin, dan ginjal. Selain itu, posisi menyamping ke kiri membuat bagian abdomen atau perut lebih nyaman dan tidak menekan organ hati yang terletak di sisi kanan.

Posisi tidur menyamping ke kiri juga dapat mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan. Hal itu karena posisi tersebut membantu ginjal bekerja lebih leluasa dalam membersihkan zat sisa dan cairan dari tubuh. Bila ginjal menahan cairan dan zat sisa, ibu hamil bisa mengalami edema.

Namun, sebagian ahli menyatakan tidak perlu memusingkan mengenai posisi tidur yang sehat, masing-masing ibu hamil disarankan untuk memilih posisi yang terasa nyaman.

Gunakan Bantal

Bantal dapat membantu menjadikan posisi tidur ibu hamil terasa lebih nyaman. Bila ibu hamil merasa sesak napas atau bernapas pendek, letakkan bantal di bawah sisi samping tubuh untuk menaikkan posisi dada. Bila ibu hamil merasakan sakit pada ulu hati, letakkan beberapa bantal di bagian kepala agar posisi badan bagian atas menjadi lebih tinggi. Ibu hamil bisa tidur dalam posisi setengah duduk untuk membantu asam lambung tidak naik.

Sementara itu, untuk menyangga tubuh tetap dalam posisi menyamping ke kiri, Anda dapat mengganjal dengan bantal di bagian perut dan punggung. Bantal khusus ibu hamil juga bisa digunakan untuk membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Wajar bila ibu hamil sulit untuk tidur nyenyak di malam hari karena dapat mengalami berbagai gangguan, seperti kerap terbangun di malam hari akibat sering buang air kecil, merasa sesak napas, jantung terasa berdebar karena meningkatnya detak jantung, sakit punggung dan kram kaki, serta konstipasi, dan rasa sakit di ulu hati. Selain itu, stres juga dapat membuat ibu hamil sulit tidur. Untuk membantu kualitas tidur di malam hari, beberapa langkah berikut mungkin dapat membantu.

• Bangunlah rutinitas tidur dan bangun tidur di waktu yang sama tiap hari.

• Hindari melakukan olahraga yang berat saat mendekati waktu tidur.

• Lakukan relaksasi sebelum tidur, seperti minum susu hangat dicampur madu.

• Hindari minum teh, kopi, atau minuman bersoda karena pada umumnya mengandung kafein.

• Ikuti senam hamil secara rutin. Selain bisa membuat tubuh lebih bugar, pertemuan dengan sesama ibu hamil dapat menjadi kesempatan berbagi cerita dan mengurangi kecemasan.

• Jika mengalami kram pada kaki hingga jadi terbangun dari tidur, coba sandarkan kaki ke dinding dan tekan dengan keras untuk mengurangi kram.

Selain memerhatikan posisi tidur ibu hamil yang nyaman, pastikan kebutuhan kalsium tercukupi untuk mengurangi kram pada kaki. Selain itu, berbagai nutrisi penting lain yang bisa didapat dari sayuran, buah, dan susu juga perlu dikonsumsi secara seimbang. Rutin memeriksakan kehamilan di dokter kandungan juga diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin.

Posisi Hubungan Badan Saat Hamil Yang Benar

Pertanyaan Pasien

Selamat malam dok….mau tanya nih dok ??? Klu istri udah dapat 7/9 bulan apa di perbolehkan hubungan intim dok..dan untuk aman y ambil posisi y gmna..

jawaban

Halo, Berhubungan intim saat istri sedang hamil tetap diperbolehkan dengan posisi dari samping atau dari belakang. Posisi pria di atas tidak disarankan karena wanita yang berbaring telentang terlalu lama dapat terganggu peredaran darahnya oleh penekanan janin. Selain itu, seks anal maupun oral tidak diperbolehkan pada masa hamil ini. Beberapa keadaan berikut ini menyebabkan ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan intim:

• memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya

• memiliki gangguan posisi plasenta, seperti plasenta previa yang menutupi jalan lahir

• memiliki riwayat perdarahan yang tidak diketahui sebabnya

• air ketuban merembes

• leher rahim terbuka lebih awal

Keadaan seperti di atas harus dikonsultasikan kepada dokter kandungan yang merawat istri Anda, dokter yang mengetahui riwayat kesehatan istri Anda yang akan menentukan boleh tidaknya hubungan intim dilakukan semasa hamil.

Terkadang pengaruh hormonal akan menyebabkan ibu hamil tidak mau berhubungan intim, pasangan suami istri tetap dapat mempertahankan keintiman melalui memijat, memeluk, membelai. Dilansir dari alodokter.com

Nah, itulah Posisi Tidur Ibu Hamil 1-9 Bulan dan saat Hubungan Badan yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda dan pasangan, selamat mencoba……,